Pemulihan aliran listrik masih dilakukan secara bertahap, Manajer Unit Layanan Pelanggan Siantar Kota menyatakan terus melakukan upaya pemulihan sistem secara menyeluruh dan meminta masyarakat tetap tenang sembari proses normalisasi berlangsung.
Di sisi lain, kondisi ini memunculkan sorotan publik terkait kesiapan infrastruktur distribusi listrik di wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Unit Layanan Pelanggan Siantar Kota membawahi wilayah layanan yang cukup luas meliputi Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, sebagian Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Asahan, hingga Kabupaten Toba.
Unit Layanan Pelanggan Siantar Kota disebut memiliki sekitar 20 penyulang pada gardu induk yang terletak di sekitar Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Namun kapasitas cadangan daya yang tersedia dinilai terbatas dan belum memungkinkan untuk melakukan backup total apabila terjadi gangguan transmisi berskala besar.
Tak hanya itu, Warga (konsumen pelanggan listrik), Boris Tampubolon memberikan komentarnya atas dampak pemadaman lampu yang dirasakan pada malam hari sangat mengundang para maling maling dan keresahan terhadap terjaminnya lingkungan sekitarnya, ujarnya ke redaksi.
Tim DPN BAKUMKU menyampaikan bahwa masyarakat dan konsumen memiliki hak untuk memperoleh pelayanan publik yang maksimal, termasuk hak atas informasi yang terbuka terkait gangguan layanan kelistrikan yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi kelistrikan di sebagian wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur normal, meskipun potensi dibeberapa lokasi dikota pematangsiantar masih ada pemadaman kembali serta evaluasi terhadap penyebab utama gangguan masih terus dilakukan oleh pihak terkait. (Rel/ist-Bakumku)

